Senin, 25 Maret 2013

Foto yang bagus seperti apa sih ?

Kalau kita berusaha membuat foto yang lebih bagus, tentunya kita harus tahu dulu dong, foto yang bagus itu seperti apa. Menurut saya, foto yang ‘dibilang’ bagus itu ada dua jenis:
- Bagus secara teknis yaitu foto yang bagus secara teknis ini mengikuti teori-teori fotografi; misalnya exposurenya pas, ketajaman cukup, white balance yang benar, dan sebagainya.
- Bagus secara estetis. Foto yang bagus secara estetis ini ya pokoknya yang enak dilihat. Bisa karena keindahannya, bisa karena maknanya, bisa karena hubungan pribadi dengan objeknya, dsb.

Nah, sekarang, faktor-faktor apa sih yang mempengaruhi apakah sebuah foto itu enak dilihat? Pada dasarnya ada 3 faktor yang mempengaruhinya yaitu
1. Bahan Mentah
Karena fotografi masih sebatas menangkap ada yang ada di dunia nyata (tidak bisa bikin foto hiu tanpa benar-benar ada hiu, misalnya) tentu saja bahan mentah menjadi faktor yang penting bagi suatu foto. Foto kucing yang lucu punya potensi yang lebih bagus daripada foto kucing borokan. Foto wanita cantik juga punya potensi lebih bagus daripada foto kambing gimbal. Bunga yang tanpa cacat juga akan potensial menghasilkan foto yang lebih bagus daripada bunga yang sudah digigiti serangga.
Foto Merak , Objek yang memang sudah bagus untuk di potret
Foto burung Merak diatas sebagai contoh. Foto burung Merak memang sudah bagus dari sananya. Karena itu, jika kita ingin meningkatkan kualitas foto, salah satu cara yang bisa diambil adalah dengan meningkatkan kualitas objek foto.

2. Bumbu

Oke, kita sudah memilih ‘bahan mentah’ yang bagus untuk difoto. Tapi masih ada ‘bumbu-bumbu’ yang mempengaruhi hasil akhir foto tersebut. Kalau ‘bahan mentah’ bisa diartikan secara kasar sebagai apa yang difoto, ‘bumbu’ ini bisa diartikan secara kasar sebagai cara kita memotretnya. Keputusan-keputusan yang kita ambil, baik secara teknis atau nonteknis, ikut mempengaruhi hasil akhirnya. Bumbu-bumbu ini misalnya: bokeh, angle, framing dan komposisi, pemilihan focal length lensa, exposure, distorsi, tone, kontras, dsb.

3. Resep
Kucing Hitam Terkesan Seram
Tujuan kita adalah membuat foto yang bagus dengan sengaja dan konsisten. Karena ada faktor kesengajaan, maka sebaiknya semua keputusan yang kita ambil, baik mengenai bahan mentah ataupun bumbu, dilakukan dengan sengaja dan dengan tujuan memenuhi resep yang ada di bayangan kita. Apakah kita ingin mengambil foto yang suram? Indah? Agung? Menakutkan? Bahan mentah dan bumbu-bumbunya tentunya harus cocok untuk mendukung ‘tema’ tersebut. Sebuah foto bisa menjadi foto yang bagus, walaupun bahan mentah dan bumbunya biasa-biasa saja, karena bahan dan bumbu itu bekerja sama dengan baik. Sebaliknya, foto dengan bahan mentah yang bagus dan bumbu yang bagus juga, bisa jadi foto yang kurang bagus (atau paling tidak: masih bisa diperbagus lagi) karena kurang berpadu dengan kompak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar